Taman Bacaan Masyarakat

A.Pengertian

Menurut Sutarno NS (2008: 129) Taman Bacaan Masyarakat adalah tempat yang sengaja di buat pemerintah, perorangan atau swakelola dan swadaya masyarakat untuk menyediakan bahan bacaan dan menumbuhkan minat baca kepada masyarakat yang berada di sekitar Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan suatu tempat yang sengaja di buat dan dikelola oleh masyarakat, perorangan, lembaga dan pemerintah untuk menumbuhkan minat baca kepada masyarakat yang ada dilingkungan taman
bacaan tersebut dan taman bacaan masyarakat termasuk dalam kategori perpustakaan umum.
Menurut Sinaga, Dian (Sinaga, Dian: 2005) perbandingan Taman Bacaan Masyarakat dengan perpustakan ditinjau dari sifatnya adalah Taman Bacaan Masyarakat sifatnya lebih in formal dan cakupan tidak terlalu luar ketimbang perpustakaan sedangkan perpustakan sifatnya lebih formal dan cakupannya lebih luas.

B. Fungsi, Tujuan dan Manfaat Taman Bacaan Masyarakat
Dalam memenuhi peranannya sebagai sumber belajar yang dapat memfasilitasi pembelajaran seumur hidup, TBM mempunyai fungsi sebagai tempat belajar dan mencari informasi yang dibutuhkan masyarakat, baik mengenai masalah yang langsung berhubungan dengan masalah pendidikan maupun tidak berhubungan dengan pendidikan.

Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat dalam artikel (Possa: 12), fungsi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah; (1) sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, (2) sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat, (3) sumber penelitian dengan menyedikan buku-buku dan bahan bacaan Iainnya dalam studi kepustakaan, (4) sumber rujukan yang (5) sumber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memamfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan/informasi baru yang menarik dan bermanfaat.
Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman bacaan Masyarakat (2006: 2), fungsi taman bacaan masyarakat adalah : 1. Sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya program keaksaraan.
2. Sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat.
3. Sumber penelitian dengan menyedikan buku-buku dan bahan bacaan Iainnya dalam studi kepustakaan.
4. Sumber rujukan yang menyediakan bahan referensi bagi pembelajaran dan kegiatan akademik Iainnya.
5. Sumber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan-bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memamfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan/informasi baru yang menarik dan bermanfaat.
Dari uraian diatas TBM menjalankan beberapa fungsi. Fungsi tersebut terdiri dari fungsi pembelajaran, hiburan dan informasi. TBM melaksanakan kegiatan pelayanannya bervariasi. Ada banyak nama yang digunakan TBM, misalnya Rumah baca, pondok baca, perahu baca, Warung baca, namun pada hakikatnya kesemua lembaga atau organisasi tersebut , melakukan fungsi yang sama dengan TBM.

Taman bacaan masyarakat tergolong dalam kategori perpustakaan umum, jadi Tujuan perpustakaan umum menurut Sulistyo-Basuki dalam buku (2006: 22) adalah (1) Sebagai sarana pembelajaran masyarakat (2) sarana hiburan (rekreasi) dan pemanfaatan waktu secara efektif dengan memanfaatkan bahan–bahan bacaan dan merupakan sumber informasi lain sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan informasi baru guna meningkatkan kehidupan mereka (3) sarana informasi berupa buku, multi media lain, atau bacaan lain yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat.

Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman bacaan Masyarakat (2006: 1), manfaat taman bacaan masyarakat :
1. Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca.
2. Memperkaya pengalaman belajar bagi warga.
3. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri
4. Mempercepat proses penguasaan proses penguasaan teknik
5. Membantu pengembangan kecakapan membaca
6. Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
7. Melatih tanggungjawab melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan
8. Membantu kelancaran penyelesaian tugas.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat taman bacaan masyarakat adalah menumbuhkan minat baca dan kecintaan membaca untuk memperkaya pengalaman belajar bagi warga dan menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain memberikan kemudahan mendapatkan bahan bacaan yang dibutuhkan masyarakat, TBM juga melakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca. Apabila melaksanakan fungsinya dengan baik.

C. Perbedaan Perpustakaan dengan Taman Baca Masyarakat (TBM)

Bila kita lihat dari segi fungsinya, perpustakaan dan TBM memang sama. Dan banyak orang yang mengartikan TBM adalah perpustakaan dan tidak sedikit juga mereka salah memahami dan sulit membedakan diantara keduanya karena dari segi fungsinya yang sama tersebut.

Perpustakaan sendiri merupakan suatu instansi resmi dari pemerintah yang ada anggarannya secara khusus. Berbeda dengan TBM, menurut Gola Gong ketua Umum Forum Taman Baca Masyarakat seluruh Indonesia dalam acara seminar yang dilakukan di yogyakarta, beliau menyampaikan TBM adalah suatu lembaga non formal in formal, dikelola dengan dana swadaya dan biasanya tidak diberlakukan peraturan – peraturan khusus seperti diperpustakaan. Sebagai contoh mungkin untuk masuk ke perpustakaan harus dalam keadaan rapih, sopan, formal, tidak boleh berisik dan tidak sedikit perpustakaan yang terkesan kaku. Lain halnya dengan TBM, lembaga ini memang bisa dikatakan adalah lembaga swasta, karena penanganannya tidak harus dilakukan oleh pegawai negeri atau seseorang yang ahli dalam bidang perpustakaan, siapapun yang mau bisa mendirikan dan mengelola TBM.

Setidaknya TBM didalam lingkup masyarakat yang kecil sudah mulai mampu mengenalkan masyarakat terhadap bahan bacaan yang masyarakat awam mengidentikkan TBM sebagai suatu perpustakaan. Dengan demikian tinggal bagaimana perpustakaan lebih menarik simpati masyarakat secara luas untuk menggunakan fasilitas yang disediakannya. Akan lebih efektif bila terjalin suatu kerjasama yang erat antar perpustakaan umum atau perpustakaan formal lainnya dengan Taman Baca Masyarakat, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat akan terpenuhi dengan adanya sistem kerjasama ini. Apabila suatu TBM tidak mempunyai koleksi yang dibutuhkan masyarakat maka akan dirujuk kepada perpustakaan yang biasanya memang memuat informasi yang lebih banyak. Hal ini dapat dianalogikan dengan suatu puskesmas, apabila ia menemui pasien yang tidak bisa diobati, maka akan dirujuk kepada rumah sakit yang lebih besar dan lengkap pengobatannya. Tentunya TBM dan Perpustakaan merupakan lembaga yang berbeda dan perlu saling melengkapi satu sama lain. Adapun perbedaan hanya untuk memberikan warna diantara keduanya. Perpustakaan hendaknya lebih memasyarkat dan layanan yang diberikan kepada pemustaka bukan hanya layanan prima, akan tetapi layanan ikhlas. Banyak TBM yang lebih eksis, karena pelayanan yang dilakukannya didasari dengan keikhlasan dan rasa keterpanggilan, bukan tugas. Sepatutnya hal yang demikianpun dapat ditumbuhkan diperpustakaan. Adapun mengenai sistem teknis TBM memang perlu banyak berdiskusi dan meminta saran serta kerjasama dari perpustakaan untuk dapat menerapkan sistem yang lebih baik, walaupun tidak sama dengan perpustakaan yang harus sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku.

Sumber :

Putri, Gustia Windy. 2013. Rancangan Pembuatan Sarana Promosi di Taman Bacaan Masyarakat Suka Maju Sejahtera Padang. Padang: UNP (Universitas Negeri Padang)

Arifin, Ridwan Nur. 2012. Perpustakaan dan TBM, Versus or Featuring???.Yogjakarta (diakses pada web http://coretanridwan.blogspot.com)

Perpustakaan Alexandria

Perpustakaan kuno Alexandria memiliki koleksi tulisan antik terbaik. Ketika perpustakaan ini dihancurkan pada abad kelima setelah masehi, harta kearifan kuno dalam jumlah yang sangat banyak selamanya hilang.

Pada tahun 1989, Mesir mengumumkan kompetisi arsitektur untuk merancang Perpustakaan Alexandria. Sekitar 650 tim menyerahkan rencana mereka. Merupakan suatu kejutan ketika Snøhetta – sebuah kantor arsitek kecil di Norwegia yang tidak pernah memenangkan kompetisi dan membangun gedung dalam skala besar – mendapat hadiah pertama. Perpustakaan Alexandria yang baru, atau Bibliotheca Alexandrina, dibuka pada tahun 2002 dan dipandang sebagai salah satu karya arsitektur paling penting dalam beberapa dekade terakhir.

Bentuk perpustakaan tersebut sangat mengesankan namun tetap sederhana. Secara keseluruhan, bangunan dibagi secara diagonal, berdiri dalam bentuk silinder dimana kejelasan struktur geometris memiliki persamaan dengan keantikan bangunan besar di Mesir. Garis lurus yang menusuk bentuk silinder perpustakaan sebenarnya adalah jembatan penyeberangan, yang memberikan jalan dari Universitas Alexandria ke Selatan. Jembatan tersebut menyeberangi jalanan yang padat untuk mencapai lantai dua perpustakaan dan terus ke plasa di sebelah Utara gedung, mengarah ke laut.

Di sebelah Barat jembatan ini, sebagian besar berbentuk silinder menukik, menciptakan ruang kosong yang merupakan pintu masuk utama perpustakaan. Pintu masuk perpustakaan menghadap pintu depan sebuah gedung pertemuan tua, dan sepertinya menunjukkan penghormatan pada gedung tersebut. Diantara kedua gedung tersebut adalah plasa yang dihias dengan jalanan batu dan, terbenam di dalam plasa adalah area yang sangat luas untuk planetarium.

Bangunan berbentuk silinder dipotong oleh sudut miring. Umumnya, hal ini akan membentuk elips, tetapi para arsitek memulai dengan silinder elips yang dimiringkan jauh dari garis vertikal. Oleh karena itu, area lantai dasar dan atap bangunan menghasilkan bentuk lingkaran yang sempurna. Dinding-dinding miring perpustakaan semuanya menunjuk ke Utara, ke arah laut. Sementara silinder adalah bentuk statis, bentuk tidak beraturan perpustakaan memberikannya gerak – kesan yang ditekankan oleh garis vertikal 10 m dibawah tanah hingga 32 m di atas tanah dari sebuah gedung bertingkat 10.

Dinding yang menghadap Selatan dari bagian silinder dihias dengan potongan batu granit yang merupakan pecahan batu yang sangat besar, bukan digergaji. Permukaannya tidak rata, dengan garis bentuk yang halus. Batu-batu granit tersebut ditulisi dengan simbol huruf dari seluruh dunia. Sinar matahari dan pantulan lampu di perbatasan air menghasilkan bentuk bayangan dinamis dari simbol-simbol tersebut, yang mengingatkan pada dinding tempat beribadah Mesir kuno. Ruang utama perpustakaan yang sangat luas – setengah lingkaran dengan diameter 160 m – merupakan ruangan yang sangat kuat. Dinding melengkung tebuat dari beton dengan sambungan vertikal terbuka, semetara dinding yang lurus dihias dengan batu hitam dari Zimbabwe. Lantainya dibagi menjadi tujuh tingkat yang menurun ke Utara, menuju Mediterrania.

Perpustakaan Kongres Amerika Serikat

Perpustakaan Kongres Amerika Serikat (Library of Congress) secara de facto adalah perpustakaan nasional Amerika Serikat dan pusat riset Kongres Amerika Serikat. Perpustakaan ini menempati 3 buah gedung di Washington, D.C.. Perpustakaan terbesar di dunia dari segi luas rak buku dan total koleksi buku. Katalog perpustakaan ini mendaftar lebih dari 32 juta judul bahan pustaka yang ditulis dalam 470 bahasa. Perpustakaan juga menyimpan koleksi 61 juta manuskrip, dan koleksi buku langka terbesar di Amerika Utara, termasuk naskah Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat dan Kitab Gutenberg (satu dari 4 salinan velum dalam keadaan sempurna yang ada).[4] Selain itu, perpustakaan menyimpan lebih dari 1 juta judul terbitan pemerintah Amerika Serikat, 1 juta terbitan surat kabar dari seluruh dunia selama 3 abad terakhir, 33.000 volume surat kabar yang dijilid, 500.000 gulung mikrofilm, lebih dari 6.000 judul buku komik, dan koleksi literatur hukum terbesar di dunia.[5] Koleksi bahan nonbuku terdiri dari film, 4,8 juta judul peta, lembar musik, 2,7 juta judul rekaman suara, lebih dari 13,7 juta lembar foto (termasuk gambar arsitektur), serta biola Betts Stradivarius dan Cassavetti Stradivarius.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_Kongres_Amerika_Serikat

10 Perpustakaan Terbesar Di Dunia

Mari kita lihat ulasan daftar 10 Perpustakaan Terbesar Di Dunia :

1. Library of Congress
Library of Congress ini berada di Washington DC, Amerika Serikat. Library of Congress didirikan pada 1800. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 30 juta buku. Library of Congress muncul di film National Treasure 2.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi1.jpg

2. National Library of China
National Library of China berada di Beijing, Cina. National Library of China didirikan pada tahun 1909. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 22 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi2.jpg

3. Library of the Russian Academy of Sciences
Library of the Russian Academy of Sciences berada di St Petersburg, Rusia. Library of the Russian Academy of Sciences didirikan pada 1714. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 20 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi3.jpg

4. National Library of Canada
National Library of Canada terletak di Ottawa, Kanada. National Library of Canada didirikan pada tahun 1953. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 18.800.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi4.jpg

5. German National Library
German National Library terletak di Frankfurt, Jerman. Ini didirikan pada tahun 1990. Perpustakaan saham ini lebih dari 18.500.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi5.jpg

6. British Library
British Library berada di London, Inggris. British Library didirikan pada 1753. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 16 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi6.jpg

7. Institute for Scientific Information Russian Academy of Sciences
Institute for Scientific Information Russian Academy of Sciences terletak di Moskow, Rusia. perpustakaan ini didirikan pada tahun 1969. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 13.500.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi7.jpg

8. Harvard University Library
Harvard University Library berada di Cambridge, MA, USA. Harvard University Library didirikan pada tahun 1638. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 13.100.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi8.jpg

9. Vernadsky National Scientific Library of Ukraine
Vernadsky National Scientific Library of Ukraine terletak di Kiev, Ukraina.Vernadsky National Scientific Library of Ukraine didirikan pada tahun 1919. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 13 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi9.jpg

10. New York Public Library
New York Public Library berada di Kota New York, NY, USA. New York Public Library didirikan pada tahun 1895. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 11 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi10.jpg